sepatu usang berduri kau kenakan sehari hari
jarum dan belati dalam hati tepis ironi
nafas memburu, keringat menyatu, dengan dusta abadi
jelita yang kau harapkan, debu kau genggam
terinjak gerap langkah kaki yang congkak
bangkit berontak bak peluru menjelma
batin terikat, nyawa tak teranggap
dunia kan melihat kita tertawa
saat senja tak lagi berwarna
mahkota kita ada di gelap gulita
(draft lirik buat Stand Our Ground)
belum kelar, masih nyari nada juga.
mau dibawa Punk-Rockabilly atau murni Punk?
Selasa, 27 Agustus 2013
B(er)ISIK!
kita berdua duduk bersandingan
diam.
cerita masa lalu tak terucapkan
diam.
mungkin malu, ragu, atau rasa sakit berkepanjangan
diam.
senyummu air. membasuh karat di wajah pendosa
diam.
tatapmu peluru. menembus waktu. menghancurkan jemu.
diam.
kata katamu angin. parau kesedihan namun menyejukkan.
masih diam.
menatapmu malu. aku diam.
diam.
cerita masa lalu tak terucapkan
diam.
mungkin malu, ragu, atau rasa sakit berkepanjangan
diam.
senyummu air. membasuh karat di wajah pendosa
diam.
tatapmu peluru. menembus waktu. menghancurkan jemu.
diam.
kata katamu angin. parau kesedihan namun menyejukkan.
masih diam.
menatapmu malu. aku diam.
Langganan:
Komentar (Atom)